BBM 2012

Orang-orang berdesakan di depan gedung para penguasa di negeri ini, matahari dengan teriknya menyinari.
Panas terasa sangat menyengat sampai ketulang. Meskipun begini tak mematahkan semangat juang dalam melawan kemiskinan dan kesengsaraan hidup di zaman mesin sekarang. Papan berisikan tulisan dan diberi tangkai di ujung bawahnya seolah menjadi perantara antara hati dan rasa.Kekecewaan terpancar dari raut muka orang-orang yang sejak pagi tadi belum makan demi memperjuangkan apa yang menjadi miliknya.

Diantara kerumunan orang-orang bijak,seseorang bernama Yamin dan teman sebayanya Aji berdiri di balik pria bertubuh kekar yang melindungi pagar gedung sang penguasa,”Penguasa yang terhormat, jika anda menaikan harga BBm saya tidak akan bisa melanjutkan sekolah saya kejenjang yang lebih tinggi,saya juga akan kesulitan untuk makan,membeli buku-buku kuliah,dan yang lebih sulit lagi,anda tidak hanya akan menyesengsarakan saya seorang tapi rakyat anda sekalian,terutama mereka orang yang dibawah garis kemiskinan,di saat harga BBM stabil saja banyak diantara mereka yang tidak makan tiga hari lamanya,padahal negara kita negara yang memiliki sumber daya yang besar,negara demokrasi,wahai penguasa dengarkan suara kami.”kata Yamin dengan semangat juang tinggi.
“Sekali lagi,jika kami tidak bisa bersekolah dan akhirnya menjadi sampah di negeri ini,dan membiayai hidup sehari-hari,wahai penguasa yang terhormat siapa yang menggantikan posisi anda nanti saat anda pergi?” tambah Aji disebelah Yamin.
Hari semakin terik namun orang-orang penuntut keadilan abadi.
ini masih memajangkan papan bertangkai yang bertuliskan,BBM naik penguasa turun,BBM naik menyesengsarakan hidup.Bahkan diantara kerumunan itu ada yang membakar poster penguasa dan menginjak-injak,haus dan lapar mereka tahan untuk menuntut hak mereka.Yamin dan Aji pun tubuhnya masih kokoh bak prajurit berdiri di depan gedung para penguasa.Pria gagah perkasa yang berdiri di depan mereka mengingatkan mereka untuk bubar,namun tetap mereka disana.Akhirnya pria perkasa pun melakukan perlawanan,kepada pejuang abadi itu.Akhirnya mereka pulang.

Yamin dan Aji dengan pikiran yang tak tau dimana,perasaan kecewa.
Rasa lapar yang menghampiri.Sahabat ini pergi kewarung mak Ijah dibawah pohon rindang berdiinding kayu dengan tiga pasang meja kursi yang sedikit tua,mak Ijah pun menghampiri pelanggan setianya,
“Mau pesan apa den?,emak hari ini memasak sayur lodeh,tempe bacem,sambel terasi,wenak tenan loh den.”
“Tempe bacem sambel terasi,minumnya air putih aja mak!”
“Kalau kamu Aji,mau emak buatkan apa?”mak Ijah dengan senyum khasnya,maklum mak Ijah sudah tua,gigi depannya ompong dua.
“Aku kepengen sayur lodeh tempe bacem,minumnya air putih juga,ditunggu mak!”
“Siap den,eh ngomong-ngomong ni yah den,harga BBM naik kenapa ya pemerintah segitunya,jika benar mak akan kesulitan berjualan,maklum den mak kan hanya penjual nasi kecil-kecilan,beli minyak goreng,beras,apalagi minyak kompor den,kalau emak punya duit gak apalah BBM dinaikkan,ini den pesanannya,enak tenan den!”
“Ia mak,tadi kami ke gedung penguasa gede mak..”
“Loh ngapain den kesana,kita gak bisa masuk lagi?”
“Biasa mak menuntut hak rakyat miskin,kan BBM akan naik mak,bisa mati kita mak dapat uang dari mana,belom lagi bayar hutang sama Yamin lagi,ha ha ha.”sambung Aji
“Ah lebay loh,mana punya uang aja gak dibayar sok sadar akan hutang berlimpah,sombong,ha ha ha.”
“Jangan maen buka kartu dong bro,eh lo tu yang lebay siapa juga yang sombong kalau punya banyak hutang,iya nanti gue lunasin deh,tapi kalau gue udah sukses ya bro.”
“Ala,gayamu sok bro,ingat ya kalau sukses hutang bayar,bercanda bro emang gue sahabat apaan,ha ha ha ha ha…….”
“Apaan sih den pada ngawur semuannya,bagaimana den masakkan emak,enak tenan kan?”
“Enak mak,lezat mak masak pakai perasaan paling dalam mungkin?”
“Aduh den mak masak meggunakan bahan-bahan sayur,bukan perasaan paling dalam.”
“Iya mak maksudnya hatinya lagi senang,mencari rezeki untuk keluarga ha ha ha.”
“Udah makan dulu,misi banyak ni!”
“Yoi bro”
“Berapa totalnya mak?”
“Sepuluh ribu den”
“Ini mak,makasih ya mak,besok boleh datang lagi.”

Mereka melanjutkan perjalanan,tiba-tiba terdapat kerumunan orang .
Membawa spanduk berisikan turunkan harga BBM jangan dinaikkan kami rakyat kecil bisa mampus!,mereka ingat akan misi mereka akan mempertahankan hidup.Rakyat yang datang berteriak”BBM naik kami orang kecil sengsara,penguasa jaya kami menderita,dengarkan suara kami wahai kau,jangan di naikkan,jangan dinaikkan!”
Disamping itu ada juga yang mengatakan
“BBM boleh naik,sembako tetap,pikirkan kami rakyat yang mempertarukan hidup di bumi anda!”
“Negara demokrasi terbesar di dunia melekat pada bumi kita.”

Matahari akan meninggalkan garis lurus gedung.
Kerumunan orang ini tetap pada pendirian mereka.Pria berseragam dengan gagah perkasa menghampiri mereka
“Saudara harap tenang,sebaiknya saudara sekalian pulang!”
Salah satu dari mereka berkata”Pulang dengan hampa sama saja mati bagi kami.”
Akhirnya pria itu dengan teman-temannya menyerang para pejuang itu.
“Tunggu,kami semua tak perlu kekerasas dari anda kawan,kami cinta damai,seandainya tanah ini tak memiliki masalah,kaki kami takkan berpijak di tempat anda,ayo kawanku sekalian kita pulang saja,lebih baik kita berdoa yang benar dimanapun berpijak tetap benar!”

Diperjalanan mereka mendengar panggilan Allah,mereka berhenti dan singgah kerumah Allah untuk menenangkan diri,setelah seharian menguras emosi.Pohon melambai di tiup angin senja,langit kuning emaspun memudar.
“Ayo Ji,kita solat magrib dulu,sudah dua kewajiban kita tinggalkan demi mereka yang haus akan melihat kesengsaraan udah ambil air wudhu belom?”
“Belom ji udah ngambil dulu sono!”
“Iya kawan,laksanakan ha ha ha.”
“Prajurit bro ha ha ha,udah pegi sana ambil wudhu,kali aja pikiranmu normal lagi dan gak error ha ha ha.”
Yamin dan Aji pulang bersama harapan dan senja yang meninggalkan bumi.Badan terasa letih bersama mereka tapi semangat hidup tetap bersama mereka.Tiba dirumah Yamin membaringkan tubuhnya ke kasur empuknya,ibu Yamin menghampirinya
“Ada apa toh den,keliatannya wajahmu sangat kusut dan capek,ayo cerita pada ibu?”
“Gak apa-apa kok buk.” Jawabnya singkat,ibunnya mengelengkan kepalanya dan mengusap kepala Yamin
“Gak apa-apa gimana,udalah den jangan bohong sama ibuk,cerita aja.”
“Habis menuntut hak orang seperti kita buk,di depan gedung orang besar itu bersama kawan-kawan.”
“Walah den untuk apa,ibuk tidak pernah mengajarkan kamu memaksa orang lain.”
“Buk,ini demi orang seperti kita,ibuk mau aku berhenti kuliah,gak bisa makan.”
“Bukan begitu den,ibuk takut kamu disakiti oleh orang itu.”
“Buk aku rela apa aja asalkan orang seperti kita bisa bahagia.”
“Terserah kamu aja den,ibuk mau solat isya dulu.”

Bintang menyinari malam,cahayanya berkelip seolah berpesan pada orang bumi aku bersamamu jangan takut.
Waktu menunjukkan pukul dua pagi,Yamin terbangun dari tidurnya.Di luar terdengar suara”Kita lanjutkan aksi kita,ayo semua bangun bersiap untuk ketempat itu lagi.”
Yamin membuka ordeng yang menyelimuti jendela kamarnya.Lalu ia lekas solat taahajud,ia memohon agar doanya dikabulkan oleh Tuhan Yang Maha Esa.

Matahari mulai nampak di sebelah timur.
Sang raja pagi mulai bernyanyi membangunkan semua orang di tempat Yamin tinggal.Suara Aji terdengar di sela-sela tidur Yamin,Yamin pun terbangun dan menghampiri Aji
“Ada ap Ji,seperti ada hal yang sangat penting sama aku?”
“Aku dengar berita di tv tadi malam,ternyata ada lo penguasa yang tidak setuju BBM naik,ya tapi cuma beberapa orang saja.”
“Tapi gak apalah yang penting masih ada yang berpihak pada kita.”

Tiba-tiba datanglah tetangga Yamin bernama pak soleh,dengan tergesa-gesa ia menghampiri Yamin dan Aji
”Den,den,tadi pas bapak lewat banyak yang demo samapi ada yang terluka lagi,bapak Cuma saranin kamu jangan demo lagi,sudah biarkan saja mereka yang besar semakin besar,percuma kita akhirnya akan kala juga,kita sekarang bukan kita yang dulu.” Pak Soleh penuh harapan meyakinkan mereka.
“Tapi pak,mereka tidak menjelaskan secara detail Kenapa BBM naik,ap semua ini menyesuaikan harga minyak dunia ya.”
“Mungkin den,sebab bapak dengar di berita tv kalau BBM dunia naik,tidak dinaikkan bisa gawat den.”
“Oh emang sih kalau dipikir,tapi pak kasihan benar mereka yang sangat miskin disana,meskipun ada BLT tetap mereka masih ada yang turun dijalanan untuk menggais sedikit rezeki.”
“Biasa,dikota besar apalagi.” Sambil menggelengkan kepala.
“Sudah dulu ya den cuma itu yang bisa bapak kasih tau,bapak mau pulang,mau ke kebun jagung dulu barangkali sudah ada yang bisa di ambil buahnya,permisi ya den.”

Memang informasi BBM akan dinaikkan membuat orang kecil marah.
Merasa gak sanggup,terutama bagi mereka yang sangat miskin dan tidak memiliki tempat tinggal,dibeberapa tempat juga menginginkan dan melakukan hal sama seperti apa yang di lakukan oleh Yamin dan Aji.Mereka hanya berharap supaya para penguasa melihat susah payahnya orang kecil.Meskipun harga BBM normal banyak di antara mereka tubuhnya langsing karena tak bisa makan,apalagi jadi dinaikkan harga BBMnya,apa kata mereka……

Desti Lorenza

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s